This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 20 November 2011

Mantan Istri Ustad Solmed Bantah Cari Popularitas

Kapanlagi.com - Dewi Yuliawati yang juga mantan istri Ustad Solmed melakukan klarifikasi pemberitaan yang ada, di mana banyak isu tidak benar beredar. Dengan ditemani pengacara Sunan Kalijaga Dewi angkat bicara."Klarifikasi berita yang kurang enak didengar, merugikan Dewi dan keluarganya. Klien kami ibu Dewi seorang yang (tidak) bekerja di dunia entertainment, dia pekerja di bank swasta bukan untuk cari popularitas," ucap Sunan Kalijaga, ditemui di Ruko PLAZA 3 Pondok indah Blok A no 1 JL TB simatupang Pondok indah, minggu (20/11/11).
Dewi membantah kemunculannya di saat terakhir sebelum Ustad Solmed menikah, dan mengungkap penyebab perceraiannya dengan sang da'i karena perselingkuhan yang dilakukan oleh Ustad Solmed, untuk mencari popularitas.
"Kemunculan saya bukan mencari popularitas, saya seorang pegawai biasa. Tapi selama ini media atau orang sekitar, banyak yang tanya pada keluarga saya. Akhirnya saya yang orang biasa dikorek-korek, ibu saya, kakak saya semua ditanya soal mantan suami (Ustad Solmed). Efeknya pribadi dan keluarga sangat tidak baik pastinya," tuturnya.
Selain itu sempat muncul anggapan dari masyarakat bahwa ia ingin menggagalkan pernikahan Ustad Solmed karena muncul di saat-saat terakhir. Hal itu juga dibantah mentah-mentah oleh Dewi.
"Bukan saya yang baru muncul di media, pada saat Solmed sama April, tidak sama sekali saya mau menggagalkan pernikahan, saya justru bersyukur, alhamdulilah Solmed menikah," ucapnya.
Menurut Dewi, melalui telepon Ustad Solmed sendiri baru mengaku duda, di saat-saat terakhir sebelum melamar April. "Padahal Ustad sendiri yang baru mengaku duda di detik-detik mau melamar April. Justru Solmed yang menelepon saya. Ustad Solmed mengaku duda saat di detik-detik ingin lamaran dengan April," tandasnya.     (kpl/gum/sjw)

Sumber : Kapan Lagi .Com

Garam Tak Pengaruhi Kesehatan Jantung


MENGURANGI asupan garam ternyata tidak mampu menurunkan risiko terkena sakit jantung. Ini tentu saja bertolak belakang dari pedoman kesehatan umum yang jamak disosialisasikan ke masyarakat.

Mengurangi asupan garam dalam program diet pada populasi umum ternyata tidak memiliki dampak kesehatan secara keseluruhan yang positif. Mengurangi garam juga tidak mengurangi risiko seseorang terkena penyakit jantung. Hal itu terungkap dalam review lebih dari 160 studi ilmiah yang telah diterbitkan beberapa waktu lalu. Dalam analisis mengenai sederetan efek kesehatan utama dari garam,peneliti menulis dalam American Journal of Hypertension dan jurnal di Cochrane Library.

Ulasan sistematis tersebut menambahkan bukti baru yang semakin banyak yang menunjukkan bahwa para pejabat kesehatan harus kembali mengevaluasi kebijakan yang menyarankan semua orang untuk makan lebih sedikit garam.

Tinjauan ini,yang disusun dan menganalisis temuan dari 167 penelitian sebelumnya, menemukan bahwa saat mengurangi garam untuk menurunkan tekanan darah pada orang yang memiliki tekanan darah normal atau tinggi, ternyata juga akan menyebabkan peningkatan beberapa hormon dan senyawa lainnya yang dapat memengaruhi kesehatan jantung seseorang.

“Saya tidak bisa benarbenar melihat,jika Anda melihat total dari bukti-buktinya bahwa ada alasan untuk memercayai adanya manfaat dari penurunan asupan garam dalam populasi umum,”kata Niels Graudal dari Copen-hagen University Hospital di Denmark,yang memimpin reviewtersebut kepada Reuters lewat percakapan telepon.

Menurunkan asupan garam memang bagus untuk mengurangi tekanan darah. Namun, sejumlah penelitian belum menunjukkan apakah yang diterapkan pada kesehatan jantung akan baik juga secara keseluruhan pada populasi yang lebih luas.Meski demikian, banyak negara telah menyusun pedoman pemerintah yang menyerukan masyarakatnya untuk mengurangi asupan garam untuk kepentingan jangka panjang kesehatan mereka.

Tekanan darah tinggi atau disebut juga hipertensi merupakan salah satu penyebab utama dari stroke,serangan jantung, dan penyakit kardiovaskular lainnya,yang bersama-sama merupakan pembunuh manusia terbesar di seluruh dunia dan telah menewaskan lebih dari 17 juta jiwa per tahunnya. “Pertanyaannya bukan kita ‘harus’ mengurangi asupan garam,tapi ‘bagaimana’, ” kata Graham MacGregor,seorang profesor kedokteran kardiovaskular dan ketua grup kampanye World Action on Salt yang tidak setuju dengan temuan Graudal itu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memasukkan pengurangan asupan garam dalam daftar 10 teratas “pilihan terbaik”untuk mengurangi tingkat penyakit kronis. Franceso Cappuccio,Kepala WHO Collaborating Center for Nutrition di University of Warwick setuju dengan Mac- Gregor dan mengatakan bahwa studi terbaru ini seharusnya tidak mengalihkan perhatian masyarakat untuk melaksanakan kebijakan reduksi garam pada tingkat populasi global, seperti yang diarahkan oleh pemerintah setiap negara, WHO,dan PBB.

Sebuah tinjauan yang dilakukan oleh Cochrane Library yang dikomandani oleh para peneliti Inggris dan diterbitkan pada Juli lalu tidak menemukan bukti bahwa pengurangan sedikit asupan garam dapat menurunkan risiko penyakit jantung atau menyebabkan mati muda.

Sementara satu studi yang dilakukan para ilmuwan Belgia yang diterbitkan pada Mei menemukan bahwa orang yang makan banyak garam tidak lebih mungkin untuk mendapatkan tekanan darah tinggi dan secara statistik kecil kemungkinannya untuk meninggal karena penyakit jantung,dibandingkan dengan mereka dengan asupan garam yang rendah.

Graudal mengatakan,hasil temuan ini menunjukkan bahwa ketika asupan garam berkurang, ada peningkatan dalam sejumlah hormon dan di lemak dikenal sebagai lipid yang bisa berbahaya jika terjadi terus-menerus dari waktu ke waktu.Dia menambahkan, jika tidak ada studi dalam kajian tersebut yang mampu mengukur efek jangka panjang kesehatan.

Timnya juga tidak bisa mengatakan,apakah diet rendah garam memperbaiki atau memperburuk hasil kesehatan. Graudal mengatakan bahwa meningkatnya jumlah penelitian yang mempertanyakan keuntungan dari pengurangan asupan garam berarti pejabat kesehatan masyarakat harus meninjau kembali pedoman mereka.

Pemerintah Inggris saat ini langsung melakukan akselerasi pengurangan asupan garam oleh orang dewasa dari maksimal 6 gram per hari pada 2015 menjadi 3 gram pada 2025. Pedoman pemerintah Amerika Serikat merekomendasikan diet kurang dari 2,3 gram garam sehari atau 1,5 gram sehari untuk orangorang tertentu yang lebih berisiko terhadap tekanan darah tinggi atau penyakit jantung. Satu sendok teh garam atau sekitar 5 gram,mengandung sekitar 2,3 gram natrium.

MacGregor mempertanyakan kesimpulan Graudal tentang kurangnya manfaat pengurangan garam.Dia mengatakan, temuan ini dengan jelas menunjukkan sekali lagi bahwa mengurangi asupan garam menurunkan tekanan darah.
(tty)
Sumber: Okezone

Sumber Berita : CBN Portal

Obesitas Ancam Remaja


NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL


Obesitas Ancam Remaja

Lusia Kus Anna | Senin, 21 November 2011 | 07:37 WIB
Dibaca: 581
|
Share:
shutterstock
Jakarta, Kompas - Kelebihan berat badan dan obesitas mengancam generasi muda Indonesia. Kondisi yang salah satunya disebabkan kelebihan gizi tersebut, justru membawa kerentanan berbagai penyakit tak menular yang membahayakan.
Remaja juga terbelit masalah kelebihan berat badan. Mengutip riset kesehatan dasar Kementerian Kesehatan tahun 2007 dan 2010, remaja perempuan gemuk meningkat dari 23,8 persen menjadi 26,9 persen. Remaja laki-laki gemuk meningkat dari 13,9 persen menjadi 16,6 persen.
”Dari sepuluh remaja putri, tiga di antaranya gemuk. Dari sepuluh remaja putra, dua di antaranya gemuk,” kata Guru Besar Ilmu Gizi Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor Hardinsyah pada Seminar Nasional Gizi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Depok, Sabtu (19/11).
Sepertiga anak obesitas, lanjut Hardinsyah, akan menjadi obesitas saat dewasa. Sementara separuh anak sekolah yang obesitas akan menjadi obesitas saat dewasa.
”Risiko obesitas saat dewasa lebih besar pada anak yang sangat obesitas dan anak berusia lebih tua (3-10 tahun),” kata dia.
Kepala Subdirektorat Bina Kewaspadaan Gizi Kementerian Kesehatan Erman Sumarna menyatakan, kasus kelebihan berat badan (overweight—level di atas obesitas) terus meningkat. Perbandingan hasil riset kesehatan dasar pada anak usia di bawah lima tahun menunjukkan, kelebihan berat badan tercatat 12,2 persen pada 2007 dan naik menjadi 14 persen pada 2010.
Selain pola makan dan kurang aktivitas fisik, kelebihan berat badan terjadi karena kebijakan masa lalu yang memukul rata peningkatan gizi anak tanpa melihat kondisi spesifiknya.
Penyakit degeneratif
Kelebihan berat badan sangat erat hubungannya dengan berbagai penyakit degeneratif yang membahayakan, antara lain, diabetes, jantung, hipertensi, tekanan darah, dan tulang.
Sejauh ini olahraga masih dinilai solusi mencegah kegemukan. Gaya hidup sehat, seperti menjauhi rokok dan minuman keras juga positif.
Selain olahraga dan memilih makanan sehat, Hardinsyah memberi kiat-kiat mengurangi berat badan dengan minum air putih 500 mililiter sebelum makan utama. Banyak minum bisa sangat membantu mengurangi berat badan.
Cara tersebut memicu metabolisme lemak. Dengan mengurangi berat badan, risiko berbagai penyakit bisa dikurangi.
Masalah global
Isu gizi telah menjadi permasalahan banyak negara. Selain Amerika Serikat, banyak penduduk di China yang mengalami masalah kelebihan berat badan.
Sementara di negara lain, seperti Malaysia dan Timor Leste, menurut Erman, dihadapkan pada masalah postur tubuh kurus-pendek. Di Laos dan Kamboja, dilanda masalah kekurangan vitamin A. Thailand didominan masalah kekurangan zat besi.
Di Indonesia? ”Semua masalah gizi itu ada, seperti anemia, vitamin A, overweight, iodium, dan zat besi. Ini menunjukkan kita punya permasalahan serius,” ucap Erman.
Dampak semua kondisi itu bisa ditemui di kalangan anak-anak usia sekolah dasar dan menengah.
Sri Megawati, Direktur Human Resources and Corporate Affairs Frisian Flag menyatakan, penelitian mikronutrien menyeluruh masih kurang dilakukan di Indonesia. Selama produknya berada di Indonesia sekitar 90 tahun, ukuran kandungan gizi susu di dalamnya masih didasarkan riset global. ”Belum ada yang spesifik untuk kondisi masyarakat Indonesia,” ucap dia.
Sejak Januari 2011, bersama Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), dilakukan penelitian terhadap 7.200 anak usia 23 bulan hingga 12 tahun di 48 kabupaten/kota dan 25 provinsi yang dipilih acak. Peneliti mengecek darah, memberi tes psikologis, dan survei pola hidup/konsumsi masyarakat. Diperkirakan selesai akhir Desember 2011. (ICH)

Sumber : Kompas

Jelang Final, Timnas Pulihkan Kondisi

Jakarta - Timnas Indonesia U-23 tak melahap menu latihan berat sehari jelang final sepakbola SEA Games XXVI melawan Malaysia. Mereka cuma melakukan pemulihan kondisi saja.

Kondisi fisik para pemain timnas benar-benar terkuras usai bertarung habis-habisan melawan Vietnam di semifinal, Sabtu (19/11/2011). Bahkan, ada pemain yang terkapar cedera dalam laga tersebut.

Pelatih Rahmad Darmawan menyadari betul hal tersebut. Dalam latihan pada Minggu (20/11/2011) sore WIB, dia pun lebih berfokus pada pemulihan kondisi pemainnya.

Tak seperti biasanya, latihan hari ini bertempat di sekitar kolam renang The Sultan Hotel tempat timnas menginap. Para pemain cuma melakukan peregangan, sesi permainan kecil, dan berjalan-jalan di sekitar kolam renang. Suasana keakraban, keceriaan, dan kegembiraaan pun sangat terasa di antara skuad 'Garuda Muda'.

"Hari ini kita cuma melakukan recovery training. Kalau sudah situasi seperti ini, istirahat akan lebih penting dari latihan," terang Rahmad.

"Ini cuma buat mengumpulkan mereka, membangun motivasi mereka, sambil mengecek kondisi fisik mereka. Siapa yang merasa masih kurang sehat, malam ini kita kasih treatment yang lebih pas sehingga bisa main besok. Kalau tetap tidak bisa, ya kita siapkan orang lain," tambahnya.

"Ini akan berkaitan erat dengan sistem of play yang akan kita mainkan, tergantung misalnya siapa pemain tengah yang siap, siapa pemain belakang yang kurang siap, dan sebagainya," sambung pria yang akrab disapa RD ini.

RD mengakui, Malaysia memang punya keunggulan dari sisi kebugaran. Tapi, dia sudah punya cara untuk menyiasati hal tersebut.

"Kalau kita bicara recovery, memang kalau kita komparasikan dengan Malaysia, kita kalah. Kalahnya, dia dua jam lebih dulu bermain (di semifinal), kemudian intensitas pertandingan Malaysia dan Myanmar tidak setinggi saat kita menghadapi Vietnam kemarin. Pasti berbeda energi yang dikeluarkan," jelasnya.

"Tapi, saya menginginkan itu bisa disiasati dengan dua hal. Pertama, melakukan fase recovery yang bagus, benar-benar sempurna. Kedua, efektivitas bermain. Dan yang paling penting adalah semangat bertanding yang biasanya akan bisa menutupi kelelahan ini" kata RD.

Di antara para pemainnya, RD menyebutkan bahwa Titus Bonai, Egi Melgiansyah, Mahardiga Lasut, dan Gunawan Dwi Cahyo masih mengalami kelelahan luar biasa. Namun, dia optimistis keempat pemain itu bisa main di final esok hari.

( mfi / krs ) 

Sumber : Detik Sport

Pelangsing Tubuh

Bagi anda yang mempunyai badan yang gemuk dan ingin langsing, mungkin produk Pelangsing MEIZITANG STRONGER ini bisa anda coba. Anda dapat memesannya secara online di www.pusatnyakosmetikmurah.com.

Senin, 14 November 2011

Tak Ada Bantuan Kesehatan untuk Perokok

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagian besar perokok di Jakarta ternyata berasal dari keluarga kelas menengah bawah. Untuk memberi efek jera, Dinas Kesehatan DKI Jakarta akan mencabut bantuan kesehatan terhadap warga kelas menengah bawah yang terkena masalah kesehatan lantaran merokok.
"Penduduk miskin banyak yang merokok. Jika sakit dan diketahui karena dampak merokok, maka tidak akan dibiayai," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emawati, seusai menghadiri Launching National Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Seluruh Fasilitas dan Forum Muhammadiyah, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Senin (14/11/2011).
Kendati demikian, keputusan ini harus melalui banyak kajian dan tidak dapat begitu saja diaplikasikan. Karena itu, setiap penduduk yang mengajukan bantuan kesehatan harus dianalisis terlebih dahulu faktor penyebab penyakitnya. Penyakit yang ditimbulkan oleh dampak rokok beragam yakni tuberculosis, radang paru-paru bahkan kanker.
"Itu resikonya. Sudah berkali-kali disosialisasikan merokok itu berbahaya. Padahal tidak ada ruginya berhenti merokok. Kalau sehat justru malah semakin produktif bekerja. Tapi tetap dikaji dulu ya penyebabnya," jelas Dien.
Ia pun menyayangkan sikap warga yang rela membuang penghasilannya hanya untuk membeli rokok. Menurutnya, besar penghasilan yang kerap dihabiskan untuk membeli rokok akan lebih berguna jika dialihkan untuk biaya makan sehari-hari, pendidikan anak dan kesehatan keluarga.
"Tadi dipaparkan sebagian besar penghasilan masyarakat yang merokok habis untuk rokok daripada untuk pendidikan dan kesehatan," ujarnya.

Sumber : Kompas.Com

Lulur Susu Domba Pemutih Badan

Berikut ini adalah lulur yang mungkin bisa anda coba untuk memutihkan dan menghaluskan kulit anda namanya lulur susu domba. Anda bisa mendapatkanya dengan pesan di Pusatnya Kosmetik Murah.

Minggu, 13 November 2011

Derajat Kesehatan Indonesia Meningkat

Batulicin - Menteri Kesehatan RI mengungkapkan, pembangunan kesehatan yang berlangsung komprehensif dan berkesinambungan ternyata berdampak terhadap meningkatnya derajat kesehatan masyarakat dan tercapainya sasaran Millenium Development Goals (MDGs).
Demikian disampaikan Menkes dr Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH,DR.PH, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanah Bumbu, Gusti Hidayat, dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-47 / 2011, di Batulicin, Senin (14/11).
Menurut Menkes, peningkatan derajat kesehatan masyarakat telah ditandai dengan menurunnya jumlah angka kematian bayi dan ibu hamil, naiknya status gizi masyarakat Indonesia, dan angka harapan hidup yang semakin bertambah.
Hal ini juga didukung dengan turunnya jumlah penderita penyakit Tuberkulosis (TB) yang menyebabkan Indonesia sebelumnya menduduki urutan ketiga di dunia dalam hal penyakit tersebut saat ini turun menjadi urutan kelima.
Sejak lima tahun terakhir, tambah Sekda, jumlah penderita Polio juga tidak ditemukan lagi. Beberapa provinsi di Indonesia juga telah dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah tereliminasi dari Tetanus Material dan Neonatal.
Sepanjang 2011 pemerintah sudah memberikan imunisasi tambahan Campak pada lebih dari 11,9 juta anak dan dan imunisasi Polio pada lebih dari 14,1 juta anak di berbagai Provinsi dalam rangka mensuksekan pencapaian Eradikasi dan Eliminasi penyakit tersebut.
Ini termasuk eliminasi terhadap penyakit Malaria, Filariasis, dan penyakit kusta masih terus digalakkan secara intensif di seluruh Indonesia.
Hingga September 2011, katanya, pemerintah juga berhasil memeriksa sebanyak 868.552 sediaan darah untuk didiagnosis penyakit Malaria. Sebanyak 204.951 orang yang awalnya positif dinyatakan menderita penyakit tersebut telah berhasil diobati.
Sementara itu, upaya pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) dan upaya peningkatan cakupan air bersih dan sanitasi dasar juga gencar dilakukan. Hingga akhir 2011 secara kumulatif diharapkan 5500 desa di Indonesia mendapatkan sarana air bersih dan sanitasi dasar melalui Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
"Dari jumlah desa tersebut, hingga September 2011 sudah sebanyak 4.898 desa sukses mendapatkan sarana tersebut," katanya.
Lebih dari itu, jelas Sekda, berbagai program terobosan dalam rangka meningkatkan akses masyarakat tehadap sistem pelayanan kesehatan yang bermutu juga dilancarkan. Program tersebut dijabarkan melalui program Jamkesmas, program Jaminan Persalinan (Jampersal), dan program Bantuan Operasional Kesehatan untuk Puskesmas (BOK).
Dukungan seluruh lapisan masyarakat Indonesia masih sangat diharapkan demi kelangsungan program kesehatan tersebut. Termasuk dukungan dari berbagai pihak swasta dan dunia usaha untuk mengatasi masalah kesehatan dan menyediakan pelayanan yang lebih bermutu.
"Sebab, tidak sedikit tantangan yang harus diatasi untuk melaksanakan pembangunan kesehatan yang ada di tanah air. Tantangan itu antara lain luasnya wilayah Indonesia berupa kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, jumlah penduduk yang besar dengan sebaran tidak merata, dan letak negara kita di lokasi yang rawan bencana," tegas Sekda. [TMA, Ant]

Sumber : Gatra.Com